Kebun Apel dan Kolam/Tambak Ikan/Udang

Kebun Apel dan Kolam/Tambak Ikan/Udang



Kalau air kolam/tambak  diibaratkan sbg kebun apel, maka seharusnya ada beberapa persamaan keduanya.

Utk mendapatkan buah apel yg bagus, manis, besar, enak dan bergizi, tidak mudah mati. Maka  yg pertama dilakukan adalah memenuhi syarat tumbuh seperti ketinggian tempat dpl, suhu dingin/sejuk, jenis tanah dgn bahan organik yg banyak utk meningkatkan  kegemburan tanah, menahan air, mengurangi penguapan shg akar mudah bertumbuh dan menjalar.
Sedangkan utk meningkatkan kualitas bunga supaya menjadi buah diperlukan pupuk tambahan yg mengandung Phosfat dan Kalium serta pupuk mikro lain.

Ketika salah satu faktor pendukung diatas tidak terpenuhi, maka akan berpengaruh thd proses lainya. Contoh: jika bahan organik tanah kurang, maka tanah akan mengeras, penguapan meningkat sehingga suply air dari akar ke daun berkurang. Tanaman akan mengerdil, buahnya tdk sehat (mengecil dan tidak bulat), rasa tidak enak.


Demikian juga dgn kondisi air kolam/tambak.

Ketika ikan/udang dipelihara di kolam buatan (terpal, beton, tanah) dengan kerapatan tanam tinggi, penggunaan bibit unggul dan pakan berprotein (ber nutrisi tinggi), maka daya buffer air (yg sudah dibatasi oleh luas kolam/tambak shg tdk sebanding seperti kondisi di alam) tidak akan mampu memproses secara alami terutama hal penguraian baham organik menjadi nitrat seperti kondisi air sungai, air laut yg tanpa perlakuan tapi ikan di dalamnya sehat. Kenapa??

Keterbatasan air beserta biota (mahluk hidup) yg ada didalamnya baik berupa hewan mikro (zooplankton) maupun tumbuhan mikro (pithoplankton) dibanding pakan, kotoran ikan/udang, treatmen lain seperti vitamin, mineral dll yg diaplikasi ke dalam air kolam/tambak.

Prinsip budidaya ikan/udang di dalam kolam buatan adalah menghadirkan kondisi alam (kondisi air dialam) dgn berbagai hal supaya biota air tumbuh sehingga memenuhi syarat tumbuh dan berkembang ikan/udang.

Teknologi mekanisasi seperti penambahan aerator/kincir air adalah salah satu contoh bagaimana memenuhi oksigen terlarut air. Hal ini lazim dilakukan dan sudah pasti berbiaya tinggi. Padahal alam sebenarnya sudah mempunyai mekanisme sendiri (FOTOSINTESIS) yg lengkap dalam penyediaan oksigen terlarut.

Reaksi fotosintesis adalah :

6CO2+6H2O2→ (dengan energi cahaya) C6H12O6+6O2

Produk akhir dari proses diatas adalah karbohidrat/sumber energi dan Oksigen (O2).

Bagaimana supaya proses ini terjadi di air kolam/tambak?? Syarat utamanya adalah air harus memiliki plankton (berhijau daun) karena sinar matahari kita anggap sudah tersedia.

Bagaimana spy terbentuk plankton?? Plankton tidak akan muncul di air kalau tidak ada sumber energi utk pertumbuhanya. Sumber energi tsb adalah Nitrat atau NO3.

Apakah mungkin Nitrat ditambahkan langsung??? Mungkin.
Dgn memberikan pupuk Urea atau pupuk majemuk yg mengandung Nitrogen seperti ZA, NPK, NK dll.

Apakah itu bagus??

Selagi ikan/udang belum ada di air kolam/tambak iya. Tapi kalau sdh terisi maka terbentuknya plankton ini akan menjadi sumber masalah. Kenapa??

Karena budidaya ikan/udang dalam air kolam/tambak akan memproduksi bahan organik, sisa kotoran dan sisa pakan. Masalah dimulai dgn semakin meningkatnya kadar bahan organik air yg bisa mengikat oksigen terlarut air (oksigen yg dihasilkan plankton dgn reaksi fotosintesis diatas).

Pada akhirnya plankton juga akan drop/mati karena kekurangan oksigen. Plankton mati/drop akan segera diuraikan/dioksidasi bakteri dalam air dan ini juga secara otomatis akan mengkonsumsi oksigen terlarut air.

Selanjutnya apa yg terjadi??

Ikan/udang sebagai pihak yg seharusnya paling berhak utk mengkonsumsi oksigen terlarut akan menderita. Kenapa??

Karena oksigen terlarut semakin menipis. Selanjutnya apa yg terjadi???

Ikan/udang akan menunjukkan perilaku yg pasti yaitu secara naluri akan naik ke permukaan karena di dasar kolam/tambak kadar oksigen terlarut sudah semakin sulit.

Kadar kepekatan bahan organik akan memicu munculnya parasit seperti jamur, protozoa, vibrio yg pada saatnya akan menimbulkan penyakit thd ikan/udang. Penyakit jamur pada ikan adalah contoh mudah. Kenapa?? Karena jamur tergolong parasit yg artinya tidak mampu menghidupi diri sendiri kecuali menompang hidup pada media/ mahluk lain. Kondisi bahan organik tinggi pada air menjadi primadona jamur utk hidup dan berkembang. Dari air jamur akan menempel ke ikan menyebabkan kulit memutih, moncong putih, kumis keriting dan mrotoli dan kondisi terparah jamur masuk ke usus lewat pakan yg dihidangkan di air kolam. Jamu yg mencapai usus akan mengganggu proses penghancuran pakan dan serapan usus. Pakan diusus mengeras, usus luka (terlihat memerah) dan pada akhirnya kita tahu malapetaka sudah hadir. Ikan bisa mati berjamaah. Sering petani nekad melalukan pengobatan kimia (dgn dosis /aturan pakai yg kurang teliti). Apa yg terjadi?? Ikan bisa sehat, jamur mati. Tapi sebenarnya dalam budidaya ke depan, anda telah membuat bom waktu yg siap meledak kapan saja. Karena yg terjadi adalah air sudah mati (air beserta biota/kehidupan di dalamnya sudah mati). Hal pasti yg terjadi, ikan akan sulit bertambah besar walaupun konsumsi pakan tinggi (FCR  bengkak). Kenapa?? Karena pada dasarnya ikan tdk hanya butuh pakan berprotrin tinggi. Tanpa dukungan kualitas air (biota air yg sehat) anda hanyabmembuang buang duit membeli pakan. Dan ingat utk mengembalikan air supaya baik kembali dgn pengaruh bahan kimia akan butuh waktu lama. Karena baik di kolam maupun di dalam tanah air akan rusak (air buangan kolam akan kembali ketanah). Sehingga,,..  Jgnkan bermimpi balik modal. Tidak gulung tikar saja sudah prestasi..😁😁.

Di tambak kasusnya lebih parah. Kondisi bahan organik tinggi menjadi pintu masuk parasit penyebab wfd (berak putih). Vibrio akan berpestapora, ph air bisa drop, reaksi kimia pelarutan mineral terganggu, salinitas naik, panen prematur biasanya dilakukan utk mengurangi malapetaka kerugian yg pasti sudah ditangan.

Oleh karena itu, penambahan aerator, kincir, mineral, vitamin dll utk budidaya ikan/udang sudah benar dan bagus. Hanya yg terutama jgn sampai hal tsb menghilangkan fungsi alami air dan biota di dalamnya.

Dewasa ini, dgn kemajuan teknologi banyak pihak berusaha menghadirkan cara utk mempertahankan kualitas air beserta biota didalamnya. Tidak sulit mencari puluhan bahkan ratusan probiotik. Tetapi satu hal yg tidak kalah penting, bagaimana memaksimalkan fungsi bakteri dalam probiotik supaya proses keseimbangan biota air bisa terjamin.

Cth diatas dgn penambahan pupuk N akan menumbuhkan plankton dan plankton menjadi mesin penghasil oksigen terlarut dgn bantuan sinar matahari. Tetapi hal tsb tidak menyelesaikan masalah amoniak, nitrit dan bahan beracun lainya di air.

Kalau begitu, seharusnya bagaimana???

Dari hasil penelitian dan percobaan kami, sangat penting bagaimana mengaktifkan bakteri yg sesuai dgn kondisi air kolam/tambak.

Utk menguraikan bahan organik dibutuhkan bakteri Amonifikasi (supaya bahan organik tdk menjadi amoniak atau NH3  tetapi menjadi amonium atau NH4. Karena Amoniak akan mengikat Oksigen terlarut sedangkan Amonium tidak.

Apakah tugas bakteri telah selesai?? Utk bakteri Amonifikasi iya. Tapi Amonium belum berarti harus dirubah/dioksidasi lagi menjadi Nitri oleh bakteri Nitrobakter dan Nitrit harus langsung dioksidasi menjadi Nitrat oleh bakteri Nitrosomonas.

Sehingga dalam hal ini, sebuah produk probiotik harus memiliki minimal 2 jenis bakteri tsb.

Setelah jadi Nitrat, ada yg disebut proses DENITRIFIKASI atau proses hilangnya Nitrat ke alam dgn cara penguapan. Dan sebelum itu terjadi plankton sudah hadir karena Nitrat adalah sumber energi plankton utk hidup.

Ketika plankton sudah hidup, maka diharapkan produksi O2 bisa berlangsung dgn reaksi FOTOSINTESIS.

Diharapkan proses ini terjadi terus menerus, sehingga dikala ikan/udang hidup dgn mengkonsumsi pakan, akan memproduksi bahan organik dar feces maupunbdari sisa pakan.

Disinilah dibutuhkan kualitas kita sebagai pelaksana/manager/teknisi kolam/tambak. Bagaimana supaya bakteri tetap aktif, plankton terbentuk dgn kepekatan yg sesuai, menghindari drop plankton, melakukan tindakan lain yg dianggap perlu demi kesehatan, pertumbuhan normal dan pengaturan siklus yg lebih sesuai dgn musim hujan dan kemarau serta yg terutama sebelumnya mencari sumber air yg bagus.

Utk mendapatkan jenis probiotik yg memenuhi syarat diatas, kami menyediakan Probiotik dgn merek produksi BIOVISI.

kami menjual dgn berbagai komposisi baik berisi bakteri nitrifikasi, bakteri lacto(utk bibis pakan), bakteri Thiobacillus (khemoutotrop) utk kondisi ph  lumpur ekstrim, dan siap pendampingan supaya cara penggunaan 3T.
TEPAT WAKTU
TEPAT CARA
TEPAT DOSIS


masih terbuka peluang menjadi Agen, Distributor maupun sebagai Stockist BIOVISI.

silahkan tinggalkan komentar anda di kolom Comment atau langsung berinteraksi di media WA 089503170460.

Penulis dan Formulator Biovisi.

Vici Simatupang, SP.
Lulusan FP USU Medan
Spesifikasi Nutrisi, Mikroorganisme dan Kesuburan Tanah.

SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

There is no other posts in this category.

Post a Comment

Iklan Tengah Post