Testimoni pengguna Biovisi di kolam ikan lele

Testimoni pengguna Biovisi di kolam ikan lele

1. Hamdan di Bangil, Sidoarjo - Jawa Timur.
HP. 0856-5592-0765.

Status : Pemula (baru memulai budidaya ikan lele).

Hasil analisa air : Basa (pH 7,2).

Kendala selama ini : Air cepat bau, Ikan naik ke permukaan dan pertumbuhan lambat.

Tgl 24 maret datang ke gudang Biovisi di Mojosari, Mojokerto utk konsultasi dan membeli produk biovisi yaitu Biovisi Nitro 2 botol.


Karena kolam yang mau digunakan adalah kolam beton yang baru selesai dikerjakan, maka untuk membersihkan pengaruh semen dan zat lain kami sarankan supaya kolam diisi air penuh dan ditambah kapur/ kalsium kemudian didiamkan 1 minggu. Setelah itu, air dibuang dan kolam dibersihkan/ disikat.
Selanjutnya air diisi lagi 60 cm. Diaplikasi dengan garam krosok, calcium dan molase dengan dosis 100 gram/ M3 air atau sekitiar 300 gram tiap item yang dilarutkan dalam air 10 liter, diaduk dan disiram ke air kolam, 1 jam kemudian diaplikasi Biovisi Nitro 30-50 ml/ M3 air atau 100 - 150 ml yg dilarutkan dalam 5 liter air, diaduk dan disiram ke kolam.

Hasilnya setelah 4 hari adalah seperti gbr dibawah ini.
Selanjutnya pada hari ke 7 terlihat bahwa sudah banyak jentik nyamuk di air kolam menunjukkan bahwa kondisi air sudah organik atau sudah layak untuk diisi bibit karena kondisi oksigen terlarut sudah maksimal dan amoniak minimal. Seperti dalam video berikut :


Pengisian bibit dengan kerapatan 1000 ekor/m3 dilakukan pada H+7 setelah aplikasi biovisi nitro.

Kondisi ikan nyaman di dasar kolam, nafsu makan tinggi dan kematian hampir 0 %.

Masalah mulai timbul pada umur 10 hari karena penggantian air dari kolam yang disipon dilakukan langsung dari air sumur. Karena kondisi air yang basa (pH 7,2 - 7,6) efektifitas bakteri berkurang menyebabkan amoniak bertambah karena proses penguraian yang tidak maksimal. Demikian juga oksigen terlarut air menurun karena terikat dengan bahan organik/ amoniak dalam air.
Ikan naik dan bergerombol di permukaan, nafsu makan menurun dan air mulai bau.

Berdasarkan pengalaman kami sebagai produkses biovisi, maka untuk mengatasi hal tsb tidak cukup dengan melakukan pergantian air setiap hari (sipon setiap hari) karena airnya yang tidak netral.

Kami menyarankan supaya dibuatkan tandon air dari sumur, ditreatment dengan garam dan molase serta biovisi (tidak lagi menggunakan kapur karena pH air sudah basa).

Air di tandon minimal 4 hari setelah diaplikasi dengan garam, molase dan biovisi, Baru bisa diaplikasi ke kolam untuk mengganti air yang hilang karena sipon.

Hasilnya kondisi ikan mulai membaik, nafsu makan naik dan bau air kolam hilanng.
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post