MENCEGAH DAN MENGATASI JAMUR PADA IKAN LELE

MENCEGAH DAN MENGATASI JAMUR PADA IKAN LELE

MENCEGAH DAN MENGOBATI PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR PADA IKAN LELE, PATIN, GURAMI, NILA DLL.



Saya sering membaca keluhan petani lele baik budidaya di kolam terpal, beton maupun kolam tanah tentang banyaknya korban karena penyakit yang disebabkan oleh jamur.
Jelas terlihat ikan yang terserang jamur, mengalami pengelupasan kulit, kumis keriting, bercak putih pada mulut bahkan bisa menyebabkan borok/ luka pada tubuh ikan lele.

Tapi ada yang berpendapat bahwa hal tersebut karena diserang/ kanibalisme ikan lele lainnya (perlu diteliti lebih lanjut apakah kanibalisme ini terjadi hanya pada ikan yang terserang jamur atau pada semuanya?)

Pengobatan ikan yang terserang penyakit yang disebabkan jamur memang sulit dituntaskan. Disamping jamur yang mobile/bergerak bebas, ketahanan ikan yang terserang jamur juga tidak lama dan mati.

Ada yang melakukan pemberian obat kimia, obat herbal, garam krosok, puasa makan, mengganti air, dll. Tetapi pada intinya tindakan tersebut tidak efektif. Kenapa??

Menurut penulis adalah karena perkembangan jamur sangat cepat, sehingga walaupun sudah diobati, jika kondisi kelembaban kolam tinggi, memungkinkan untuk pertubuh kembangan jamur, maka tidak butuh waktu lama jamur akan merajalela dan menyerang ikan. .

Tindakan Preventif (Pencegahan) dan Tindakan Pengobatan.

a. Tindakan Pencegahan :
Jamur atau cendawan adalah sejenis tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotroph yg artinya, tidak mampu membuat makanan sendiri dan hanya bergantung pada yang lain (parasit)...sehingga hanya bisa menyerang ikan pada kolam yang mengandung banyak bahan organik dan amoniak yang tidak terurai.

Tindakan terbaik menghindari serangan jamur adalah dengan membuat kondisi kolam tidak disukai jamur atau tidak cocok untuk pertumbuhan jamur. Mengingat jamur tidak mempunyai klorofil, maka sinar matahari adalah musuhnya. Sehingga kolam seharusnya terkena sinar matahari langsung secara maksimal dan bisa meningkatkan suhu air kolam.

Dan persiapan air dari awal (sebelum tebar bibit) harus diaplikasi Garam krosok, Tetes tebu, Kalcium (kalau sumber air tidak basa atau pH diatas 7).
Dan yang terutama harus diaplikasi adalah probiotik yang mengandung bakteri Nitrifikasi untuk menguraikan bahan organik dalam air kolam supaya tidak membusuk tetapi terurai menjadi Nitrat dan Nitrat bisa merangsang tumbuhnya plankton.











b. Tindakan Pengobatan.
Untuk membersihkan jamur dari air kolam dan dari tubuh ikan yang terserang parasit, pemberian garam krosok sangat efektif. Pemberian Asam Cuka ukuran 250 ml dicampur dengan air 20 liter, diaduk dan disiram merata ke dalam kolam ukuran D2M dan kelipatan.
Pemberian Asam cuka, akan membunuh jamur dalam air dan tidak sampai membunuh seluruh bakteri dalam air (karena ada bakteri baik dan jelek dalam air kolam).


Tindakan pengobatan ini harus diikuti dengan menghilangkan penghalang sinar matahari masuk ke kolam. Karena kalau tidak maka jamur akan hidup dan berkembang lagi jika kondisi kelembaban tinggi pada kolam.

NB. Jangan sekali sekali menggunakan obat kimia apalagi itu adalah obat untuk manusia seperti S*p**t*t*r*, dan obat kimia lain walaupun itu dituliskan sebagai obat cacar ikan dll.


Kelemahan penggunaan obat kimia tersebut, sesuai dengan hasil penelitian dan percobaan kami adalah, bisa membunuh semua mikroorganisme air termasuk bakteri baik sehingga air menjadi mati (tidak lagi mengandung pakan alami, pertumbuhan plankton sbh produsen oksigen terlarut air.
Akibatnya, pertumbuhan ikan bisa stak atau istilah lain kuntet (susah besar) sehingga FCR bisa bengkak.


c. Tindakan Perawatan

Tindakan selanjutnya adalah memperbaiki biosecurity (menumbuhkan plankton, kebersihan kolam, pemberian probiotik yang sesuai, dan standard budidaya yang benar.

Jika menggunakan probiotik Biovisi, maka cara keseluruhan dari awal hingga perawatan adalah :

Kondisi air yang sudah diaplikasi diawal (seperti gbr diatas), dibiarkan minimal 5 hari, untuk memberi kesempatan kepada bakteri dari Biovisi untuk berkembangbiak dan bekerja untuk menguraikan bahan organik yang terkandung dalam air (ingat..amoniak tidak berwarna sehingga walaupun airnya bening dari sumber air belum tentu terbebas dari amoniak).

Indikator  tumbuhnya banyak jentik nyamuk dan uket uket (sejenis cacing merah di dasar dan dinding kolam) adalah sebagai tanda sudah siap diisi dengan bibit ikan.
Bibit dipuasa 1 x 24 jam (jangan takut bibit akan kelaparan, karena kondisi air yang sudah mengandung banyak jentik akan menjadi pakan alami yang sangat bagus untuk bibit ikan).

Selanjutnya, pemberian probiotik dilakukan secara rutin setiap 5 - 7 hari sekali. Dosis penggunaan cukup 10 - 20 ml/ M3 air. Caranya adalah dengan menyediakan air 10 liter, masukkan biovisi Nitro atau Multi (Nitro yang 1 liter dan Multi yang 5 liter) sebanyak 1/2 gelas dan diaduk, kemudian tambahkan molase/ tetes tebu 1/4 gelas lalu diaduk dan ditutup. Biarkan 2x24 jam.
Setelah itu, maka ambil 2-5 liter dan disiram untuk 1 kolam secara merata. Lakukan selama perawatan dengan tenggang waktu 5 - 7 hari sekali.

Fungsi pemberian Biovisi secara berkala sampai panen adalah untuk memastikan jumlah bakteri pengurai didalam air kolam supaya bisa mengimbangi bahan organik dari kotoran ikan dan sisa pakan yang masuk ke dalam kolam, supaya tidak membusuk tetapi terurai menjadi Nitrat dan Nitrat akan merangsang tumbuhnya plankton.
Plankton berfungsi sebagai produsen atau penghasil oksigen terlarut air dan sebagai selimut air yang bisa menahan panas di siang hari dan dingin di malam hari, sehingga ikan tidak sampai stress yang bisa mengganggu pertumbuhan ikan.

Ciri ciri air kolam yang sudah terbebas dari bahan organik dan amoniak, ikan akan nyaman berada di dasar kolam dan hanya naik jika diberi pakan. Ikan tidak terlalu agresif, karena warna air akan berubah menjadi hijau, hijau kecoklatan, hijau kekuningan, hijau kemerahan.

Ikan yang tidak terlalu banyak bergerak akan mengurangi kanibalisme, menyeragamkan pertumbuhan dan pertumbuhan yang relatif lebih cepat.

Jika hal ini sudah bisa diterapkan, maka kami yakin jangankan ikan terkena penyakit yang disebabkan oleh jamur seperti kumis keriting, bercak putih, mata melotot, kulit terkelupas, bahkan jamur saja tidak akan bisa hidup karena sumber makanan jamur yang berasal dari bahan organik dan amoniak sudah bersih dari air kolam.


Demikain uraian kami tentang bagaimana membebaskan ikan dari serangan penyakit yang disebabkan jamur. Kemungkinan ada faktor lain yang tetap bisa membuat ikan tidak sehat dan pertumbuhan yang terlambat. Tetapi hal tsb kami yakin disebabkan oleh faktor lain seperti bibit yang kurang baik, perlakuan bibit selama pengiriman dan awal tebar yang kurang maksimal dan terutama adalah faktor pH air kolam dan sumber air.

Khusus mengenai bagaimana mengelola pH air kolam supaya sesuai dengan pertumbuhan ikan, akan kami bahas dalam topik tersendiri.

Pemesanan Biovisi bisa dilakukan langsung kepada kami di 089503170460.
Harga bisa di nego dan pembelian partaian akan mendapat diskon.

Terima kasih..


Tim Research dan Percobaan  Biovisi.
Tdd

Vici Simatupang, SP.






Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post