SOLUSI MENGATASI BAU AIR KOLAM IKAN LELE

SOLUSI MENGATASI BAU AIR KOLAM IKAN LELE

https://www.instagram.com/biovisi_nature/




Kendala utama yang dialami oleh peternak lele intensif (kolam terpal) adalah ketidakmampuan mengelola air kolam sehingga tercipta kondisi keseimbangan bakteri pengurai bahan organik dan anorganik untuk mendukung daya hidup air kolam untuk biota air seperti ikan, plankton.

Permasalahan tersebut terjadi karena :
1. Ketidaktahuan peternak bagaimana mengelola dan mencapai kualitas air yang dibutuhkan untuk  
         tumbuh kembang ikan di kolam.
2. Kesimpangsiuran informasi yang demikian mudah diperoleh oleh peternak melalui media sosial 
         tetapi dalam prakteknya tidak demikian.
    
3. Penggunaan bahan kimia seperti obat-obatan yang mudah dibeli di apotik menjadi faktor pembatas
         tumbuh kembangnya bakteri pengurai bahan organik/non organik pada air kolam

Sebagai informasi awal, perlu diketahui bahwa air kolam ikan (terutama kolam terpal/ beton) sangat mudah dirubah/dimodifikasi karena keterbatasan faktor yang mempengaruhi (sudah dibatasi oleh penggunaan peralatan terutama dinding kolam). Berbeda dengan kolam tanah yang masih mungkin dipengaruhi oleh daya netralisir tanah, biota di dalam tanah dan air kolam, lingkungan sekitar dan vegetasi di air kolam tanah).

Air murni (H2O) untuk saat ini sudah sangat sulit didapatkan. Yang ada adalah air yang sudah tercampur dengan berbagai macam zat. Sehingga ketika air tanah dipompa masuk ke dalam kolam terpal, maka air tersebut sudah tercampur  dengan berbagai bakteri (baik pathogen maupun non pathogen), Juga zat-zat berupa Carbon Dioksida (CO2), Oksigen (O2), Amonia (NH3), Hidrogen Sulfida (H2S), zat cair seperti asam, basa dan minyak tergantung dari kondisi air tanah apakah disekitarnya terdapat pabrik, limbah rumah tangga dan faktor perusak air lainya.

Air di dalam kolam biasanya diinapkan atau dituakan sebelum diisi dengan bibit ikan. Proses tersebut bisa mengurangi gas yang ada dalam air seperti CO2, H2S, NH3. Tetapi ketika ikan dimasukkan/ diisi ke dalam kolam, maka terjadi proses penambahan bahan organik melalui pakan, feces, maupun hasil ekskresi lainya dari ikan.

Penggantian air yang dilakukan berulang ulang (jika air sudah mulai bau/ kotor maka, air tersebut akan masuk ke dalam tanah, dan ketika dipompa kembali ke dalam kolam maka air tersebut sebenarnya masih mengandung gas seperti NH3, H2S yang tidak berwarna dan akan mengurangi waktu air tersebut bisa digunakan karena dalam beberapa hari kemudian sudah akan rusak lagi (tidak sesuai untuk tumbuh kembang ikan) ditandai dengan ikan yang naik ke permukaan, air yang bau dan lain lain.

Sehingga pola/ cara yang paling cocok adalah meningkatkan populasi bakteri menguntungkan terutama bakteri pengurai bahan organik (Nitrifikasi) untuk menguraikan bahan organik hasil sisa pakan, feces dan bahan organik lainya menjadi Nitrit (NO2-).  Seperti pemberian PROBIOTIK
Nitrit (NO2-) adalah gas beracun yang jika dihirup oleh ikan akan menyebabkan ikan lemas, dan mati. Oleh karena itu, Nitrit (NO2-) tersebut harus dirubah lagi menjadi Nitrat (NO3-) supaya bisa digunakan oleh plankton sebagai sumber energi dan sebagian bisa menguap ke udara bebas.

Proses tersebut tidak  berarti sudah menyelesaikan masalah. Sering terjadi ketika proses nitrifikasi atau penguraian bahan organik oleh bakteri menjadi nitrit dan nitrat, terjadi masalah lagi karena terjadinya penumpukan plankton (plankton tumbuh subur dengan banyaknya nitrat hasil perombakan/penguraian bakteri dari bahan organik menjadi nitrat) sehingga bisa menutupi permukaan dari terpaan sinar matahari. Hal tersebut menyebabkan ikan terlambat pertumbuhanya.
Hal negatif lainya akibat yang ditimbulkan blooming algae (penimbunan plankton) adalah ketika malam hari atau ketika cuaca mendung maka proses fotosintesis yang menggunakan sinar matahari terganggu yang bisa menyebabkan plankton mati. Plankton mati tersebut akan diuraikan oleh bakteri nitrifikasi dengan menggunakan oksigen terlarut pada air dan hal ini bisa menyebabkan ikan kekurangan oksigen terlarut dan ikan akan naik ke permukaan, lemas dan lama-lama akan mati. Dan plankton tersebut akan menggunakan oksigen terlarut dalam air untuk berkembang tetapi karena plankton tersebut pada siang hari bisa menggunakan oksigen bebas di udara lewat proses fotosintesis, maka tidak terlalu masalah, tetapi pada malam hari ketika proses fotosintesis tidak terjadi, maka plankton akan mengkonsumsi oksigen terlarut pada air kolam sehingga akan mengurangi bahkan menghabiskan oksigen terlarut dalam air.

Kekurangan oksigen terlarut akan mematikan bakteri aerob dan hal ini yang menjadi sumber malapetaka, karena akan tumbuh bakteri anaerob (bakteri yang bisa hidup pada kondisi oksigen yang sangat minim bahkan nol). Hasil oksidasi/ penguraian bakteri anaerob ini akan menghasilkan gas non organik seperti CO2, NH3, H2S dan CH4 yeng bersifat racun mematikan bagi ikan.  

Dari uraian diatas, maka hal yang harus dilakukan peternak ikan terutama di kolam terpal/ beton adalah :
1.      Selalu gunakan probiotik (terutama yang mengandung bakteri nitrifikasi) untuk menguraikan bahan organik/non organik pada air kolam.
2.  Sesuaikan penggunaan probiotik dengan kondisi air seiring perkembangan ikan yang akan berpengaruh terhadap banyaknya feces ikan, sisa pakan dan bahan organik lain dalam air kolam.
3.      Untuk menghindari terjadinya peningkatan gas beracun, gunakan probiotik yang mengandung bakteri Pseudomonas nitrificans (pereduksi nitrat) dan Thiobacillus denitrificans dan Thiobacillus ferooksidan (Penetral H2S dan pengonsumsi ion Fe.
4.      Gunakan PROBIOTIK BIOVISI yang sudah mengandung semua jenis bakteri tersebut.

Dosis dan Aplikasi  Probiotik Biovisi:
      Larutkan Probiotik Biovisi dengan dosis 4 tutup botol(20 ml) untuk kolam bundar diameter 2 M atau 7 tutup botol (35 ml) untuk kolam bundar diameter 3 M lakukan 2-3 hari sebelum pengisian bibit ikan.
      Untuk perawatan, lakukan penambahan probiotik biovisi setiap penggantian air 20 % (untuk membuang kotoran ikan di dasar kolam) setiap 4 – 5 hari.
      Untuk menambah efektifitas bakteri dalam probiotik biovisi, larutkan Biovitagen 1 gram untuk kolam bundar diameter 2 M  dan 1,5 gram biovitagen untuk kolam bundar diameter 3 M sekali seminggu.
      Untuk meningkatkan daya tahan dan perkembangan ikan larutkan 1 gram Biovitagen/ kg pakan (sebelumnya dilarutkan dalam air secukupnya) dan lakukan setiap 2 hari.

Catatan:
      Untuk menjamin kualitas Probiotik Biovisi, Simpan ditempat yang sejuk, kering, hindarkan dari sinar matahari langsung
      Probiotik Biovisi merupakan komunitas bakteri hidup, tidak dapat dicampur pemakaiannya dengan bahan kimia ataupun antibiotika seperti (BKC, Formalin, Malachite green, OTC, Tertracycline, KMnO4, Iodine)
      Kemasan 1 dan 5 Liter/ Botol/ Jiregen plastik.
      Biovitagen bentuk serbuk dengan kemasan 1 kg dalam kemasan aluminium foil

Produksi : Agrovisi Utama, Mojokerto
CP. Vici Simatupang, SP.
089503170460


Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post